Sertifikasi & Standar

Panduan Sertifikasi SASO Saber Ekspor Arab Saudi

Panduan Sertifikasi SASO Saber Ekspor Arab Saudi

Oleh Impex Team · · 5 menit baca

Pelajari alur sertifikasi SASO Saber bagi eksportir Indonesia, mulai dari PCoC, SCoC, hingga tips agar produk lolos audit kepabeanan Arab Saudi tanpa kendala.

Pasar Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, terus menunjukkan peningkatan permintaan terhadap produk manufaktur, tekstil, dekorasi rumah, furnitur, hingga makanan olahan asal Indonesia. Di balik besarnya potensi belanja konsumen Saudi melalui program Visi Saudi 2030, terdapat satu gerbang krusial yang wajib dilalui setiap eksportir: kepatuhan terhadap regulasi teknis SASO (Saudi Standards, Metrology and Quality Organization) melalui sistem elektronik SABER.

Banyak eksportir pemula asal Indonesia mengalami kendala kontainer tertahan di pelabuhan Jeddah Islamic Port maupun King Abdulaziz Port Dammam semata-mata karena ketiadaan sertifikat kepatuhan produk. Memahami regulasi standar dan skema sertifikasi SASO Saber bukan lagi sekadar formalitas, melainkan syarat mutlak agar transaksi dagang Anda berjalan lancar dan terhindar dari denda demurrage yang membebani kas operasional.

Mengenal Program SALEEM dan Sistem SABER Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi memberlakukan program keselamatan produk nasional bernama SALEEM (Saudi Product Safety Program). Program ini dirancang untuk memastikan seluruh produk impor maupun lokal yang beredar di pasar domestik memenuhi standar keselamatan konsumen, kesehatan publik, serta perlindungan lingkungan.

Untuk menjalankan SALEEM secara terintegrasi dan transparan, SASO meluncurkan platform elektronik berbasis web bernama SABER. Sistem SABER menghubungkan eksportir/importir, badan sertifikasi terakreditasi (Conformity Assessment Bodies / CABs), dan otoritas kepabeanan Arab Saudi (ZATCA).

Secara mendasar, terdapat dua lapis sertifikasi yang wajib diterbitkan melalui SABER sebelum kargo diberangkatkan dari Indonesia:

  1. Product Certificate of Conformity (PCoC): Sertifikat kesesuaian produk yang membuktikan bahwa spesifikasi teknis barang telah memenuhi standar teknis SASO yang berlaku. PCoC umumnya berlaku selama satu tahun.
  2. Shipment Certificate of Conformity (SCoC): Sertifikat kesesuaian per pengapalan yang diterbitkan untuk setiap shipment (pengiriman spesifik) berdasarkan PCoC yang masih aktif.

Tanpa kepemilikan SCoC yang terbit resmi di SABER, otoritas bea cukai Saudi (ZATCA) tidak akan meloloskan barang keluar dari kawasan pabean (customs clearance tertolak).

Klasifikasi Risiko Produk Berdasarkan Regulasi Teknis SASO

Sebelum mengajukan sertifikasi, eksportir harus mengidentifikasi kategori risiko produk yang akan diekspor. SASO membagi komoditas impor ke dalam dua kelompok besar:

1. Produk Teregulasi (Regulated Products)

Produk yang masuk kategori risiko menengah (medium risk) hingga tinggi (high risk). Contoh komoditas ini meliputi peralatan elektronik, tekstil dan pakaian jadi, mainan anak, bahan bangunan, suku cadang otomotif, detergen, hingga perabotan rumah tangga berbahan kimia tertentu.

Produk teregulasi mewajibkan keterlibatan Badan Sertifikasi (Conformity Assessment Body) resmi yang ditunjuk SASO, seperti TUV, SGS, Intertek, atau Bureau Veritas. Pengujian laboratorium independen terakreditasi ISO/IEC 17025 wajib dilampirkan guna membuktikan keabsahan hasil uji parameter fisik, kimia, dan mekanik.

2. Produk Tidak Teregulasi (Non-Regulated Products)

Produk dengan tingkat risiko rendah (low risk). Eksportir dan importir tidak diwajibkan melibatkan badan sertifikasi eksternal. Kepatuhan diselesaikan melalui pengunggahan dokumen Deklarasi Kesesuaian Mandiri (Self-Declaration of Conformity) serta faktur komersial langsung di portal SABER untuk langsung menerbitkan SCoC.

Kunci awal verifikasi kategori ini bergantung pada penetapan kode HS 12-digit Saudi. Untuk memastikan klasifikasi barang dan memverifikasi apakah produk Anda masuk daftar regulasi teknis tertentu, Anda dapat memanfaatkan fitur HS Code Finder di Impex Trade Tools guna mencocokkan subpos tarif Indonesia dengan sistem kode bea cukai mitra dagang global.

Langkah Praktis Alur Sertifikasi SASO Saber untuk Eksportir RI

Proses pendaftaran di SABER diprakarsai oleh importir (buyer lokal yang memiliki lisensi bisnis komersial / CR - Commercial Registration di Arab Saudi). Namun, eksportir di Indonesia bertanggung jawab menyiapkan seluruh dokumen teknis pendukung secara presisi. Berikut alur kerjanya:

Langkah 1: Registrasi Produk oleh Importir di Portal SABER

Buyer Saudi mendaftarkan akun di portal SABER dan memasukkan rincian barang: kode HS, deskripsi produk dalam bahasa Arab dan Inggris, negara asal (Indonesia), merek dagang, nomor model, serta foto fisik kemasan.

Langkah 2: Pemilihan Conformity Assessment Body (CAB)

Jika produk masuk kategori teregulasi, buyer akan memilih salah satu badan sertifikasi terakreditasi SASO yang memiliki perwakilan cabang di Indonesia atau regional Asia Pasifik.

Langkah 3: Penyerahan Laporan Uji (Test Report) dan Verifikasi Teknis

Eksportir menyerahkan laporan uji mutu produk yang diterbitkan oleh laboratorium berstandar ISO 17025. Periode penerbitan laporan uji umumnya tidak boleh melebihi 2–3 tahun terakhir. Jika diperlukan, auditor CAB akan melakukan inspeksi fisik ke pabrik Anda di Indonesia atau mengambil sampel acak.

Bagi pelaku UMKM yang belum terbiasa menghadapi ragam dokumen teknis ekspor, Anda bisa berkonsultasi melalui Smart Assistant (Impex AI) di Impex Trade Tools untuk memperoleh panduan verifikasi dokumen standar mutu yang diminta oleh badan inspeksi internasional.

Langkah 4: Penerbitan Product Certificate of Conformity (PCoC)

Setelah badan sertifikasi memverifikasi keabsahan laporan uji dan kesesuaian label teknis produk, CAB akan menyetujui penerbitan PCoC secara elektronik di portal SABER. Sertifikat ini berlaku selama 12 bulan untuk lini produk yang sama.

Langkah 5: Penerbitan Shipment Certificate of Conformity (SCoC)

Menjelang barang dikapalkan, eksportir menyerahkan dokumen Commercial Invoice dan Packing List final kepada buyer. Buyer mengunggah dokumen tersebut ke portal SABER untuk menerbitkan SCoC per pengapalan. Biaya penerbitan SCoC dibayarkan langsung secara digital melalui sistem SADAD Arab Saudi.

Ketentuan Pelabelan dan Barcode Standar Arab Saudi

Selain dokumen kepatuhan, kegagalan umum kargo Indonesia di pelabuhan Arab Saudi sering kali disebabkan oleh kesalahan fisik pelabelan (labeling). SASO memiliki aturan ketat terkait kemasan:

Sinkronisasi Dokumen Ekspor dengan Platform SABER

Perbedaan data sekecil apa pun antara berkas ekspor Indonesia dengan data yang diinput pada portal SABER dapat memicu hold status oleh bea cukai Arab Saudi. Volume kuantitas, berat kotor (gross weight), berat bersih (net weight), deskripsi komoditas, hingga nomor invoice harus 100% konsisten.

Untuk meminimalkan potensi human error dan memastikan format dokumen ekspor memenuhi kaidah perdagangan internasional, Anda dapat mengandalkan fitur Document Generator di Impex Trade Tools guna menyusun Commercial Invoice, Packing List, dan berkas kepabeanan secara rapi dan presisi.

Kesimpulan: Kepatuhan Standar sebagai Kunci Pasar Ekspor Berkelanjutan

Mengurus sertifikasi SASO Saber memang memerlukan investasi waktu dan biaya pada tahap awal. Namun, kepatuhan terhadap standar internasional ini menempatkan produk Indonesia pada posisi tawar yang jauh lebih kuat di mata buyer Arab Saudi dan kawasan Teluk (GCC).

Dengan memetakan kode HS secara tepat, menyiapkan laporan uji mutu laboratorium yang valid, serta menjalin komunikasi intensif dengan buyer terkait pemenuhan platform SABER, risiko hambatan teknis perdagangan dapat ditekan hingga titik nol. Langkah kepatuhan inilah yang membedakan eksportir amatir dengan eksportir profesional berdaya saing global.

Tag: Sertifikasi Ekspor, SASO Saber, Pasar Timur Tengah, Standar Mutu