Buat
Dokumen Ekspor
Dokumen Ekspor (Document Generator) membuat 28 jenis dokumen perdagangan dari data proyek Anda — proforma dan commercial invoice, packing list, shipping instruction, draft B/L dan AWB, lembar data SKA, sertifikat mutu, sampai bill of exchange — lalu mengunduhnya sebagai PDF.
Yang Anda masukkan
- Pihak-pihak (eksportir, buyer, notify party), detail pengiriman, dan Incoterm
- Baris barang: uraian, kode HS, jumlah, satuan, harga, marking, kemasan, berat bersih dan kotor
- Mata uang dan syarat pembayaran; identitas, logo, stempel, tanda tangan, dan rekening dari profil bisnis
Yang Anda dapat
- Dokumen dalam enam kelompok: komersial, pengangkutan, kepabeanan, asal barang, mutu dan karantina, keuangan
- Pratinjau langsung, status draft atau selesai, duplikasi, dan unduhan PDF
- Pemeriksaan dokumen terhadap syarat L/C berdasarkan UCP 600
Cara kerjanya
Data yang sama dipakai ulang di semua dokumen, sehingga invoice, packing list, dan draft B/L tidak saling bertentangan.
Dokumen yang diterbitkan instansi — SKA, PEB, dan sertifikat fitosanitari — dibuat sebagai lembar data untuk pengajuan resmi, bukan pengganti sertifikatnya.
Contoh: satu pengiriman, tiga dokumen
Buat commercial invoice untuk pengiriman FOB Jakarta ke Rotterdam, lalu duplikasi datanya menjadi packing list dan shipping instruction. Bila pembayaran memakai L/C, jalankan pemeriksaan L/C sebelum dokumen dikirim ke bank.
Batasan yang perlu Anda tahu
- Periksa kembali setiap dokumen terhadap kontrak dan persyaratan L/C sebelum dikirim.
Tanya jawab
Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk ekspor?
Umumnya commercial invoice, packing list, bill of lading atau airway bill, PEB, dan sesuai permintaan buyer atau negara tujuan: SKA (certificate of origin), sertifikat fitosanitari, fumigasi, COA, atau sertifikat halal.
Apa beda proforma invoice dan commercial invoice?
Proforma invoice adalah penawaran atau tagihan awal sebelum barang dikirim. Commercial invoice adalah tagihan final yang menyertai pengiriman dan dipakai untuk kepabeanan.